Era Socialytic Telah Datang

14.29.00 Wartono Antarest 0 Comments

Ada lebih dari 500 juta pengguna Facebook di seluruh dunia saat ini, menghabiskan 700 miliar menit per bulan untuk mengamati kerabat, dan teman-teman mereka, mengunggah foto atau video, atau menyampaikan pemikiran mereka. Dalam banyak kasus, pemikiran-pemikiran tersebut dapat berupa komentar-komentar pada berbagai produk atau jasa, ataupun mengenai perasaan mereka ketika menggunakan produk-produk tersebut.
Informasi tersebut tidak hanya berguna, tetapi juga sangat bernilai bagi perusahaan yg sedang mencoba mendekati target pasarnya.Sama halnya internet memberikan peluang kepada para pelaku bisnis untuk menjangkau pasar potensial, seperti itu juga internet memberikan kesempatan bagi pelaku bisnis untuk lebih mengetahui pengalaman para konsumennya. Internet pada dasarnya merupakan salah satu platform untuk bisnis analitik karena memberikan respon yang cepat dari masyarakat kepada banyak perusahaan, sebuah platform yang sejauh ini cukup efektif untuk berinteraksi dengan konsumen dan klien potensial.

Munculnya jejaring sosial
Munculnya jejaring sosial dan blog jelas merupakan sebuah kemajuan besar dalam interaksi antar pelanggan. User generated content (UCG) melalui jejaring sosial memungkinkan untuk memantau perubahan perilaku masyarakat. Orang yang tidak memiliki website pribadi sekarang dapat membuat blognya sendiri tanpa membutuhkan seorang teknisi ahli atau bahkan tanpa membayar.
Content Management System (CMS) seperti Blogger, Blogspot, Multiply, dan Wordpress membantu merilis jutaan website pribadi yan g secara konstan diupdated oleh pemiliknya, disamping komentar yang ditulis oleh para pengunjung blog. Platform baru untuk jejaring sosial ini sudah menjadi ladang emas bagi banyak perusahaan, sesuatu yang disebut oleh IDB sebagai "Socialytic" penggabungan antara kata "sosial" dan "analytic"
Potensi Analisis Sosial

Analisis sosial menimbulkan peluang besar bagi perusahaan yang menawarkan jasa untuk konsumen dengan basis yang besar. Perbincangan diantara banyak orang, khususnya dalam kelompok dapat memberikan pandangan sekilas kepada perusahaan mengenai pengalaman para konsumen yang dapat berguna untuk produk mereka di masa depan atau bahkan kampanye untuk masa mendatang. Informasi ini berguna khususnya bagi tim penjualan dan pemasaran.
Informasi langsung dari para konsumen sangat berguna hanya ketika informasi tersebut telah menjadi perbincangan beberapa orang, perusahaan dan tim pemasaran akan dapat mengerti sepenuhnya mengenai dampak dari produk atau jasa yang mereka tawarkan ke konsumen. Hal ini dikarenakan konsumen itu sendiri yang memberikan review mengenai produk dan membagikannya kepada orang-orang yang berada dalam jejaring mereka. Platform jejaring sosial memungkinkan orang untuk menganalisa potensi dari sebuah produk atau jasa antar sesama.
Seringkali, seseorang dalam sebuah jejaring cenderung membuat preferensi dan penilaian sendiri karena mereka merasa memiliki hak istimewa untuk melakukannya. Semakin banyak orang membicarakan produk atau jasa tersebut, semakin baik analisanya.

Mengubah data menjadi informasi yang berguna
Sebagian besar data dari jejaring sosial tidak terstruktur. Banyak pemasar harus menyaring dari berbagai macam data yang ada. Ini tidak termasuk data yang terus masuk, yang semakin menambah tantangan bagi perusahaan untuk dapat menyatukan antara data lama dengan data terbaru serta menjadikannya informasi yang berguna bagi strategi business intelligence mereka.
Teknik secara terus menerus terbentuk menjadi analisa dan pengelolaan data yang tidak terstruktur dari jejaring sosial. Sedinamis penampakannya, sudah ada perangkat standard yang dapat digunakan untuk membantu para pemasar untuk memonitor perbincangan di jejaring sosial. SAP, misalnya, mengembangkan kelas terbaru dari perangkat analisis yang ditanamkan di dalam Unified Business Intelligence (BI) dan Enterprise Information Management (EIM) milik mereka. Jika sistem yang dapat memantau dan mengelola lalu lintas data yang masuk, perusahaan hanya tinggal menganalisa informasi yang berguna untuk mereka saja.
Tentu saja, dinamika sebuah hubungan dalam jejaring sosial berubah setiap saat, dan perangkat baru akan terus dikembangkan untuk lebih menyatu dengan orang-orang dalam komunitas dalam jejaring sosial.

Perilaku dan business intelligence
Pola perilaku akan sangat terlihat ketika konsumen dapat berbagi pengalaman di dalam sebuah komunitas. Hal ini merupakan penerapan langsung dari sociological dynamics yang sangat berharga bagi pemasar sebanyak komentar terhadap produk yang sudah ada. Orang cenderung untuk memberikan informasi tambahan mengenai apa yang mereka cari dari sebuah produk atau jasa yang dapat memberikan gambaran sekilas kepada perusahaan mengenai apa yang sebenarnya mereka ingin ciptakan.
Dalam skenario business intelligence, tipe informasi seperti ini pada awalnya merupakan sebuah asumsi, mengutip dari perilaku pembeli di masa lalu yang menjadi sasaran mereka. Informasi tambahan dari konsumen dalam jejaring sosial memungkinkan perusahaan untuk mempersempit strategi yang akan mereka jalankan ke depannya. Semakin berguna sebuah data, semakin baik sebuah produk di masa depan. Ketika perusahaan mencari tahu dinamika hubungan diantara orang banyak dalam jejaring sosial, mereka akan memiliki pengetahuan yang lebih banyak daripada yang mereka dapatkan dari upaya - upaya dasar dalam business intelligence.

0 comments: